"Pimpinlah kembali rusa yang telah hilang masuk ke dalam al-Haram. Kurniakanlah sekali lagi ketenangan padang pasir buat penghuni kota ini"(Iqbal) "Suatu penyaksian & pengertian. Dedikasi buat teman-teman seperjuangan"(muhd abduhu)
Friday, March 23, 2012
Friday, December 30, 2011
Dr. Muhammad Iqbal
Oleh: Herisuanto bin Mahfudz
Dr. muhammad Iqbal adalah salah seorang tokoh abad ke-20 yang menjadi kebanggaan dunia islam, dulu, kini dan akan datang. Beliau telah memberikan sumbangan besar pada dunia islam bahkan dunia internasional, Tokoh yang berasal dari Pakistan ini selain terkenal sebagai penyair besar dalam peradaban dunia sastra islam juga terkenal sebagai pemikir, filosof, ahli perundang-undangan, reformis, politikus, ahli kebudayaan dan pendidikan.
Kalau kita perhatikan karya-karyanya yang dituangkan dalam syair-syair dan puisinya dapat kita tangkap beliau tidak hanya menyerukan rasa hatinya dalam pembentukan atau kemerdekaan negara Pakistan dari tangan penjajah, tetapi juga tentang kegemilangan zaman islam di Spanyol, mengenai nasib Umat islam seperti faktor-faktor yang menjadi penyebab kemunduran umat islam dan faktor-faktor yang mendorong kebangkitan umat islam, beliau juga menyinggung tentang keburukan dan kebaikan budaya barat dan sebagainya.
Riwayat Hidup Sang Penyair
Dr.Muhammad Iqbal dilahirkan di Sialkot, Wilayah Punjab (pakistan barat) pada tahun 1877. Iqbal berasal dari keluarga Brahma Kashmir, tetapi nenek moyang Muhammad Iqbal telah memeluk islam 200 tahun sebelum Ia dilahirkan. Ayah muhammad Iqbal, Nur Muhammad adalah penganut islam yang taat dan cenderung ke pada ilmu tasawuf.
Dengan lingkungan dan asuhan yang ada dalam rumah muhammad Iqbal, sedikit banyak telah menanamkan roh islam dalam jiwa Muhammad Iqbal, Ia masuk sekolah dasar dan menengah di Sialkot. pada masa yang sama Ia mendapatkan pendidikan agama secara langsung dari seorang guru yang bernama Mir Hassan, dari guru beliau ini ia memahami islam secara mendalam, mengajarinya sikap kritis dan mengasah bakatnya dalam dunia kesusastraan.
Tidak berlebihan jika dikatakan pengaruh didikan gurunya Mir Hassan ini direkam mendalam dan sangat mempengaruhi jiwa Muhammad Iqbal yang ia ukir lewat untaian bait-bait syair sebagaimana tergambar dalam rangkaian sajaknya ini:
Cahayanya dari keluarga Ali yang penuh berkah
Pintu gerbang dibersihkan sentiasa, bagiku bagaikan Kaabah
Nafasnya menumbuhkan tunas keinginanku
Penuh ghairah hingga menjadi kuntum bunga yang merekah indah
Daya kritis tumbuh dalam diriku oleh cahayanya yang ramah.
(Lihat Dr. H. H. Bilgrami; 1979:16).
Pada tahun 1895 Muhammad iqbal melanjutkan sekolahnya di Government College Lahore. di sini ia dapat menguasai bahasa arab dan inggris dengan baik disamping penguasaanya terhadap bahasa urdu dan bahasa persi. Ia lulus sarjana muda Bachelor of Arts tahun 1897 untuk jurusan Filsafat, Bahasa Arab, dan Sastera Inggeris, dan gelaran Master of Arts pada 1899, setelah itu Ia mendalami bahasa arab di Oriental College, Lahore. saat beliau mendapatkan gelar Master of Arts Ia bertemu dengan Sir Thomas Arnold, seorang cendekiawan pakar filsafat modern, yang kemudian menjadi jambatan Iqbal ke peradaban Barat dan mendukungnya untuk melanjutkan pendidikan di Eropa. Selama berada di Lahore Iqbal banyak penulis puisi dan banyak berkenalan dengan sastrwan-sastrawan terkenal serta aktif pada persatuan-persatuan sastrawan di sana.
Muhammad Iqbal yang kuat keislamannya sangat tertarik kepada Profesor Thomas Arnold Sahabat rapat kenalannya sekaligus gurunya, karena Thomas Arnold seorang orientalis yang berpegang teguh kepada fakta-fakta ilmiah, cenderung kepada kebenaran, tidak merendahkan Islam dan tidak mencaci penganut-penganut Islam, sebagaimana setengah orientalis yang anti Islam.
Dengan gagasan ilmu dan kebudayaan Islam murni yang dipelajarinya dari Mir Hassan dan cara Thomas Arnold menyampaikan pengetahuan Islam, menimbulkan dua pengaruh dalam diri Muhammad Iqbal yaitu menghayati nilai suci Islam dan menghargai serta mengambil nilai-nilai yang baik dari peradaban Barat.
Selama Belajar di Eropa pemikiran Muhammad Iqbal tidak jumud sebaliknya ia memperhatikan dengan hikmah perkembangan peradaban barat. Ia mendapatkan bahwa orang orang Barat lebih mementingkan kebendaan dari pada kehormatan, mereka mengagungkan paham materialisme, imperialisme, dan nasionalisme. Iqbal mengingatkan bahawa kehidupan masyarakat yang sedemikian itu lambat-laun akan musnah dan binasa seperti yang dibayangkannya dalam sajaknya ini :
Saat tersingkap rahsia telah datang
Sang kekasih kan dipandang semua orang
Rahsia yang tersembunyi dalam kesunyian
Akan menjadi kenyataan.
Wahai penduduk benua Barat,
Bumi Tuhan bukanlah kedai
Apa yang kalian anggap berharga,
Akan terbukti tak bernilai
Peradaban kalian akan bunuh diri
Dengan senjatanya sendiri,
Sarang yang dibangunkan di atas kerapuhan dahan
Pasti tak akan lama bertahan.
(Lihat Dr.H.H.Bilgrami; 1979:18)
Karya-karyanya
Muhammad Iqbal adalah seorang yang kreatif berpuisi. Segala pemikiran dan perjuangannya terpancar dalam puisinya yang bernafaskan Islam dengan pengolahan bahasa dan bait syair yang indah. Oleh kerana itu beliau lebih dikenal sebagai sastrawan besar islam.
Antara karya puisinya yang dianggap besar pernah diterbitkan ialah Asrari Khudi (Rahsia agung-Rahsia Peribadi), terbit pada tahun 1915, diikuti dengan Rumuz bi Khudi (Rahsia tidak Mementingkan Diri Sendiri), pada tahun 1917, Fayami Mashriq (Pesan Untuk Timur), Tulu'ul Islam (Munculnya Islam) dan banyak lagi pada tahun-tahun berikutnya, bukunya yang dianggap penting ialah Reconstruction of Religious Thought in Islam (Membina Kembali Cita-Cita Keagamaan Dalam Islam) dan sebuah lagi yang tidak dapat disiapkannya kerana sakit tua yang dideritanya ialah The Reconstruction of Muslim Jurisprudence. Kebanyakan sajak-sajaknya ditulisnya dalam bahasa Parsi dan Urdu.
Setelah sakit agak lama, Sang penyair agung islam Muhammad Iqbal menghembuskan nafasnya yang terakhir pada 21 April 1938 dalam usia 65 tahun. Sayangnya beliau tidak sempat melihat sebagian dari usaha dan impiannya yang kemudian setelah ia wafat menjadi kenyataan.
Sesaat sebelum wafatnya, sang penyair besar itu menggoreskan sajak:
Bila beta telah pergi meninggalkan dunia ini, Tiap orang kan berkata ia telah mengenal beta Tapi sebenarnya tak seorang pun kenal kelana ini, apa yang Ia katakan Siapa yang ia ajak bicara Dan darimana ia datang.
Al-Qur'an
Mengenai Al-Qur'an, Muhammad iqbal menceritakan bahwa kitab suci ini telah menuntunnya kepada kesadaran yang mendalam dalam jiwanya katanya:
"Setiap hari selepas sholat Subuh, aku terus membaca Al-Quraan. Ayahku memerhatikan keadaan ini lalu bertanya: "Apa yang engkau baca?". Aku menjawab: "Aku sedang membaca Al-Qura'an". Demikianlah halnya selama tiga tahun ayahku bertanya pertanyaan yang sama dan aku memberikan jawaban yang sama. suatu hari aku bertanya kepadanya: "Apakah yang ada dalam dadamu wahai ayahku, engkau bertanya pertanyaan yang sama dan aku terpaksa menjawab dengan jawaban yang sama". Maka jawab ayahku: "sebenarnya aku ingin mengatakan kepadamu wahai anakku, bacalah Al-Qura'an itu seolah-olah ia diturunkan kepadamu". Sejak itulah aku mulai mencoba memahami kandungan Al-Quraan dan dari Al-Quraanlah aku mendapat cahaya inspirasi untuk sajak-sajakku". [Lihat Abu Al-Hasan Al-Nadawi, Rawa'ie Iqbal (Keindahan Iqbal, 1978)]
Dari sini jelaslah bahwa Al-Qur'an adalah sumber utama inspirasi syair-syairnya yang ditunjang dengan bakatnya yang besar dalam kesusastraan.
Tema Cinta
Iqbal seolah-olah tidak merasa puas dengan sajak yang pendek untuk menyampaikan maksudnya yang tersemat dalam hati dan pemikirannya. Dengan sajak yang panjang, ia bebas mencurahkan isi pemikiran dan mengalunkan perasaanya termasuk perasaan cinta yang menjadi fitrah manusia
Dalam menghayati keluasan cinta ini, Iqbal tidak pernah lupa bahawa kemuncak daripada segala yang dicintai ialah Allah Swt dan kekasih-Nya nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wassalam. Mari kita nikmati suara hati Iqbal ini :
Titik yang bercahaya yang namanya ialah diri
Adalah bunga api hidup di bawah debu kita
Dengan cinta, ia jadi abadi
Lebih pintar, lebih membakar, lebih bersinar
Dari cinta bermula kegemilangan wujudnya,
Dan pembangunan kemungkinannya yang tidak diketahui
Keadaannya mengumpul api dari cinta
Cinta mengarahnya menyinari dunia
Cinta tidak takut pedang atau keris
Cinta bukan dilahirkan dari air dan udara dan tanah
Cinta mengadakan damai dan perang dalam dunia
Cinta ialah pancaran hidup
Cinta ialah pedang mati yang berkilauan
Batu yang paling keras retak oleh pandangan cinta
Cinta Allah akhirnya menjadi seluruhnya Allah
Dalam hati manusia bertempatnya Muhamamd
Tanah Madinah lebih manis dari kedua-dua alam
Oh gembiralah kota di mana tinggalnya yang dicinta
Konsep cinta Iqbal ini sesuai dengan ajaran Islam yang menuntut penganutnya memberikan keutamaan cinta kepada Allah Swt dan Rasulullah Saw sebelum cinta kepada yang lainnya.
Politik
Pada tahun 1927, Iqbal berkiprah di arena politik secara aktif dan Ia dipilih sebagai perwakilan Dewan Punjab selama tiga tahun. Selanjutnya pada tahun 1930 diangkat menjadi presiden Sidang Tahunan Liga Muslim yang berlangsung di Allahabad. Dalam kesempatan ini Iqbal mengutarakan ide pembentukan sebuah negara Islam Pakistan. Ide ini dibentangkan berdasarkan geografi, keagamaan dan kesejahteraan masyarakat Islam yang jumlahnya jauh lebih kecil dibandingkan masyarakat Hindu.
Tujuan membentuk negara islam itu ditegaskan oleh Iqbal dalam rapat Liga Muslim pada tahun 1930 yang mendapat dukungan dari para anggotanya. Sejak saat itu ide dan tujuan pembetukan negara islam tersebut diumumkan secara resmi dan kemudian menjadi tujuan perjuangan nasional umat Islam India. Disebabkan gagasan ide ini, Iqbal telah diberi julukan sebagai : ‘Bapak Pakistan’.
Daerah-daerah yang diinginkan oleh Iqbal menjadi satu negara Islam India adalah Punjab, daerah perbatasan Utara Sind dan Balukhistan.
Di samping menyuarakan pembentukan negara Islam Pakistan, Iqbal juga menyeru kepada kebangkitan dan mempererat persaudaraan Islam sedunia. Bagaimanapun sebagai seorang yang dilahirkan di Timur, Iqbal tetap mempertahankan dan menyanjung kebudayaan dan keperibadian Timur yang halus, tinggi dan indah. Tentunya termasuk dalam arti kata Timur itu ialah hasil budaya masyarakat benua kecil India.
Terbentuknya negara islam Pakistan sebagaimana yang diasaskan Muhammad Iqbal dapat tercapai pada tahun 1947 setelah beliau meninggal dunia.
Penutup
Dalam mencari konsep sastra Islam, jelas bahwa Muhammad Iqbal adalah salah seorang tokoh besar yang dapat menjadi contoh. Iqbal tidak hanya semata-mata kepunyaan Pakistan, tetapi juga kepunyaan seluruh dunia Islam. Semakin dunia sadar akan kemurnian Islam, semakin terasa kebenaran pendapat dan falsafah Iqbal yang terpancar melalui syair-syairnya dan terasa dekatnya Iqbal itu dengan diri kita. Rahasia kejayaan dan kekuatan Iqbal bersumber pada Al-Qura'an dan al-Sunnah yaitu dua sumber besar yang terukti mampu merubah dunia dan telah disaksikan sepanjang sejarah manusia.
Melodi selamat tinggal akan menggema atau tidak
Nafiri akan berbunyi dari Hijaz atau tidak,
Hari fakir ini telah sampai pada batanya
Pujangga yang lain akan datang atau tidak.
Sumber tulisan:
Hadiah Majalah Al Azhar, Safar,1429 H/2008:
Penyair Islam, Dr.Muhammad Iqbal, Syaikh Abu Al-hasan Ali Al-husni Annadwy
Internet, Mas Google.com
Thursday, November 05, 2009
PENGADUAN KEPADA PIMPINAN TERTINGGI

sumber gambar : http://trgkini.blogspot.com/
(1)
Bismillahir Rahmanir Rahimm
Segala puji bagi Engkau, Tuhan sekalian alam
Selawat dan salam atas Junjungan Nabi yang mulia
semulia-mulia nabi dan rasul
Ya Allah, ya Tuhan kami
Kami adalah hambaMu yang serba kekurangan dan kelemahan
Ubun-ubun kami di dalam genggamanMu
Telah berlalu hukumMu ke atas kami dan amat adil segala putusanMu
kepadaMu kami adukan permasalahan umat ini
dengan segala kelemahan dan kerendahan
(2)
Ya Rahman, ya Rahim
Umat ini sedang dibadai fitnah
Umat ini sedang retak
Umat ini sedang gelisah
(3)
Ya Allah,
Umat ini pernah suatu masa dahulu
Menikmati manisnya kesusahan dalam berjuang
Umat ini pernah suatu masa dahulu
Bulat dalam satu jamaah, sama bertekad mencapai kemenangan
Umat ini juga pernah pada suatu masa dahulu
Saling berpadu mendepani ujian
Ujian yang bukan sembarangan mudahnya bagi manusia biasa lain
Ujian yang menguji kesanggupan diri dan harta
Malah adakalanya juga nyawa sebagai taruhan
Namun ujian tersebut berjaya dilalui oleh kami
Berbekalkan kata-kata azimat
Jika dipenjara kami beruzlah
Jika dibuang kami berkelana
Dan jika dibunuh kami syahid
seiring dengan ampuhnya wirid kesatuan hati warisan al Banna
yang sentiasa membasahi bibir dan menggetarkan jiwa
(4)
Ya Allah, Ya Rabbi
Umat ini sedang dibadai fitnah
Fitnah yang merobek dan mengoyak kesatuan hati
Finah yang memisahkan antara dua sahabat sejati
Fitnah yang telah merungkai ikatan persaudaraan iman yang dibina bertahun lama
sesama pimpinan mahupun yang dipimpin
saling curiga-mencurigai, tanda hilangnya salamatus sadri
Datangnya ia tanpa diduga di zaman kemenangan dan kesenangan
Walhal matlamat yang dituju selama ini hanyalah beberapa langkah di hadapan
Apakah kerana kami telah mengingkari suruhan-suruhanMu
dalam sahsiah peribadi kami
dalam niat dan amal dalam perjuangan siasah kami
dalam adab tertib kami sesama kami
atau kerana sesetengah kami gopoh dan takjub dengan pemikiran perubahan baru
atau juga kerana sebahagian kami sombong mengekalkan pegangan warisan lama
namun masing-masing sama sahaja
jika telah dijangkiti penyakit" i'jaabul mar'u bira'yihi" sepertimana sabda kekasihMu
tanpa berusaha mencari titik temu
Padahal di zaman susah dahulu, perbezaan fikir tidak memecahkan hati dan tindakan kami
Lantas, mengapa pula sekarang perbezaan yang sama menyebabkan kami saling berseteruan ?
(5)
Ya Allah ,ya Tuhan kami
Umat ini tidak menemukan jawapan permasalahannya
Umat ini benar-benar dalam kebingungan
Kebenaran yang dicari semakin disuluh dan disingkap, semakin kabur dan kelam
Malah kebatilan pula yang terang kelihatan dan menyelinap berbekas di hati
Kesatuan dan persaudaraan iman pula seakan dipinggirkan
Hingga menyoal diri, apakah perkumpulan umat ini sudah tidak lagi dirahmati
Apakah perkumpulan umat ini bukan lagi menjadi pilihanMu
dalam menegakkan yang hak
Jika Engkau suka dan redha, boleh saja Engkau gantikannya dengan angkatan yang lain,
yang Engkau cintai mereka dan mereka mencintaiMu
Namun, Engkau jualah yang amat mengetahui hakikat di sebalik semua ini
adalah juga pentas ujian yang berterusan menapis kekudusan perjuangan di jalanMu
(6)
Allahumma Ya Musta'an
inilah pengaduan kami
robohkanlah benteng keakuan yang menjarakkan antara kami
satukan kembali hati dan fikir kami
dan kurniakan kembali ketenangan buat umat yang berjuang ini
Ilahana, Engkaulah Pimpinan Tertinggi kami
pimpinlah kami dengan pimpinan hidayatMu
dalam menghadapi kebatilan yang hadir umpama kepingan-kepingan malam yang gelap pekat
juga dalam memimpin tangan mad'u-mad'u kami
dan janganlah sekelip pun
Engkau biarkan kami menanggung beban ini
dengan kudrat dan tabiat kami yang serba lemah ini
Amin ya Arhamar Rahimin...
-TJ,
12.58 am, 7.11.2009-
Wednesday, March 11, 2009
SEMINAR HALATUJU PPSMI ANJURAN NGO, JASA PADA 14.3.2009

Prof Dr Shaharir Mohamad Zain, Timbalan Pengerusi Gerakan Mansuhkan PPSMI
Untuk pendaftaran, hubungi wakil kami:Hazwani 0133684906 / rsbgurl@yahoo.comRazali Bidin 0196442868 / arieff_86@yahoo.com.myHakim 0132829225 / hakimin_abdullah@yahoo.comAzli Maarif 0123378925 / azli_000@yahoo.com
*Penyertaan hanya terhad untuk 200 orang perserta. Berdasarkan siapa cepat dia dapat!
*Sebarang pertanyaan dan pra-pendaftaran boleh dilakukan dengan menghubungi wakil kami atau tinggalkan komen di ruangan komen bersama nombor telefon atau mel elektronik (emel) untuk dihubungi semula oleh pihak kami
Layari Blog rasmi Seminar di http://seminar-ppsmi.blogspot.com/
Tuesday, March 10, 2009
Apa Itu Dualisme
Dalam sebuah acara talk-show di sebuah stasiun TV Inggeris tahun 90 an ditampilkan isu pelacuran. Panelisnya pendidik, pastur, tokoh masyarakat dan beberapa pelacur. Hampir semua menyoroti profesi pelacur dengan nada sinis. Pelacur adalah sampah masyarakat. Pelacur mesti dijauhkan dari anak-anak. Merusak adat kesopanan sosial, dan seterusnya.Tapi yang menarik giliran pelacur angkat bicara. "Saya memang pelacur. Dan saya melakukan ini karena saya janda. Saya menjalani profesi ini untuk menghidupi tiga orang anak saya. Kalian boleh saja mencemooh. Tapi siapa yang perduli jika anak-anak saya kelaparan, siapa! Siapa!" ia berteriak lantang. "Supaya kalian semua tahu, lanjutnya, saya memang pelacur tapi hati saya tetap suci". Hadirin pun bersorak.Nampaknya orang bersorak bukan karena ia pelacur, tapi karena ia dualis.
Friday, October 24, 2008
Keikhlasan dan Kepedulian dalam Dakwah : Tokoh Dakwah, Mohamad Natsir
Keikhlasan dan Kepedulian dalam Dakwah
Ditulis Oleh Adian Husaini
Masih dalam rangkaian peringatan seabad Mohammad Natsir, pada 21 Agustus 2008 lalu diselenggarakan seminar tentang pemikiran Mohammad Natsir di Fakultas Tarbiyah IAIN Antasari Banjarmasin. Saya diminta menyampaikan makalah tentang Peran Mohammad Natsir dalam Integrasi Ilmu dan Agama. Seminar dibuka oleh Rektor IAIN Antasari, dan dihadiri kalangan sivitas akademika IAIN, khususnya dosen-dosen Fakultas Tarbiyah.
Mohammad Natsir lahir di Minangkabau, Sumatera Barat, 17 Juli 1908. Ia wafat di Jakarta 6 Februari 1993. Pendidikan Islam sejak kecil dengan orang tua dan lingkungannya. Pendidikan formal di HIS Solok, MULO (1923-1927), AMS di Bandung (1930). Ketika di Bandung itulah ia berkenalan dan menjadi murid sekaligus sahabat dari ulama pergerakan Islam, A Hassan. Orang sering mengenal Natsir sebagai tokoh dakwah dan politik. Tetapi, tidak banyak yang mengenal Natsir sebagai seorang tokoh Pendidikan Islam. Padahal, kiprahnya di bidang ini sangat fenomenal.Di Kota Bandung ini pula, Natsir aktif dalam organisasi Jong Islamiten Bond (JIB). Di sini dia sempat berinteraksi dengan para cendekiawan dan aktivis Islam terkemuka seperti Prawoto Mangkusasmito, Haji Agus Salim, dan lain-lain. Natsir juga sempat mengikuti organisasi Partai Syarikat Islam dan Muhammadiyah. Selain dalam bidang keilmuan, Natsir juga mulai terlibat masalah politik.
”Lalu, dimulainyalah hidup sebagai seorang bebas yang bermaksud membaktikan dirinya buat Islam. Setiap hari dia pergi ke rumah Tuan Hassan di Gang Belakang Pakgade dengan sepeda untuk mengurus penerbitan majalah Pembela Islam dan pada malam hari ditelaahnya Tafsir Al Qur’an dan kitab-kitab lainnya yang dianggap perlu, termasuk yang ditulis dalam bahasa Inggris atau bahasa Eropa lainnya. Dibacanya majalah-majalah tentang Islam dalam berbagai bahasa, seperti Islamic Review dalam bahasa Inggris, Moslemische Revue dalam bahasa Jerman, dan juga majalah al Manar dalam bahasa Arab yang terbit di Kairo. Penguasaannya atas bahasa Arab sebenarnya belum sebaik terhadap bahasa Inggris, Perancis atau Jerman-jangan dikata lagi bahasa Belanda- tetapi Tuan Hassan selalu mendesaknya agar dia membaca kitab-kitab atau majalah-majalah dalam bahasa Arab. Hal-hal yang menarik hati dari majalah yang dibacanya itu, disarikannya untuk dimuat dalam Pembela Islam, dengan demikian dibukanya semacam jendela sehingga para pembacanya dapat mengetahui juga keadaan dan pendapat sesama Muslim di bagian dunia yang lain. Pikiran-pikiran Amir Syakieb Arsalan misalnya mendapat tempat yang luas dalam halaman-halaman Pembela Islam, karyanya yang terkenal menelaah mengapa umat Islam mundur, dimuat bersambung di dalamnya.” (Ajip Rosidi, Natsir Sebuah Biografi, Girimukti Pasaka, 1990, hal. 76)
Kalimah Allah : Wajarkah Digunakan oleh Penganut Agama Selain Islam?

Monday, August 11, 2008
Mengenai Forum 'Memeluk Islam'
Pandangan peribadi ana tidaklah mencacatkan pandangan yang diambil oleh kepimpinan yg telah memutuskan sebaliknya ataupun mengurangkan kepercayaan kepada keputusan yang diambil tersebut (walaupun tak turun demo), tapi ini adalah suatu perkongsian dan muhasabah untuk perbaikan masa hadapan, sekiranya ada.
Ketika membaca akhbar Sinar pada hari Jumaat lalu, ana mulanya agak terkejut mengapa Tuan Guru Hj Hadi meminta supaya Majlis Peguam membatalkan forum tersebut.
Ana akui tidak mengikuti perkembangan yg berlaku berkenaanya sehingga ruangan di akhbar tersebut dibaca oleh ana. Lantas ana menelefon chambering student En Haniff Khatri, (salah seorang peguam senior PEMBELA) dan tanya dia, 'ada kontroversi ke forum ni?' Dia jawab ya dan ramai pihak mendesak En Hanif supaya menarik diri dari menjadi panel. Namun, beliau berpendirian untuk tidak menarik diri atas alasan tertentu barangkali dan sehingga ke hari forum pun beliau hadir sebagai panel.
Selaku yang turut terlibat bersama-sama dengan Encik Haniff dalam beberapa kes-kes Islam, ana tidak meragui penglibatan beliau dan panel-panel Islam dalam forum ini atas dasar mereka menyokong pendirian sekular Bar Council kerana mereka merupakan tokoh-tokoh yang komited dalam memperkasakan kedudukan Mahkamah Syariah di negara ini.
Seterusnya, tujuan ana di sini sebenarnya untuk turut sama menyokong pandangan berbeza dari Peguam Hanipa Maidin. Sebelum itu, ingin ana jelaskan di sini bahawa forum tersebut pada asalnya menjemput panelis-panelis yang mewakli suara Islam antaranya Dr Wan Azhar dari IKIM, Dr Naim Mokhtar (ex-Hakim Mahkamah Syariah) dan En Haniff sendiri, yang mana ana merasakan bahawa mereka sememangnya ikhtisas dalam perundangan Islam dan konflik bidangkuasa Sivil-Syariah. Namun, Dr Naim Mokhtar telah menarik diri dari menjadi panel.
Oleh itu boleh dikatakan bahawa di sudut panel-panel yang dijemput, boleh dikatakan seimbang antara pihak Islam dan bukan Islam. Baki lagi, mungkin penganjuran forum tersebut sendiri tidak boleh lari dari membawa agenda pihak tertentu.
Perbincangan yang berlangsung pula, ana percaya bahawa ianya masih terkawal kerana hanya pihak-pihak yg mempunyai berminat yang tinggi sahaja akan menyertainya kerana ianya berbayar (RM20), maknanya bukanlah forum terbuka tanpa bayaran. Mungkin dalam forum tersebut akan ada suara-suara yang menghentam pentadbiran Islam, tetapi ana percaya takkan panelis Islam yang yang ada nak duduk diam sahaja.?!! Ana yakin tidak.
Secara ringkasnya ana nyatakan seperti berikut:
1. Islam tegak dengan hujah dan juga dakwah. Jadi kenapa perlu halang forum jika Islam diberi ruang yg cukup didalamnya? Forum ini ana lihat berbeza dengan forum kumpulan Article 11 yang membuat road show seluruh malaysia dulu di sudut pengendaliannya.
2. Perlembagaan kita sendiri yg kabur dan menghadkan kuasa-kuasa Islam yangmana lebih dahulu perlu sepatutnya dipinda dan diperkasakan. Banyak masalah dilonggokkan kepada pengamal undang-undang dan Mahkamah untuk menghujah dan menafsir perkara yang sejak dari awal kabur.
Perkara 121(1a) dan beberapa artikel lain sahaja yang ada, tapi kuasa Mahkamah Syariah sendiri dan beberapa akta tertentu masih perlu pindaan untuk memperkasakan Perkara 121 (1a) tersebut. Kenapa ianya tidak diselesaikankan peringkat awal oleh pihak legislatif atau Parlimen? Tahap masuk ke Mahkamah adalah tahap akhir selepas tiada halangan peringkat awal. Dan ini sahlah tanggungjawab kerajaan pimpinan UMNO yang memerintah negara sejak sekian lama.
3. PAS perlu berbeza dan mempelbagaikan pendekatan berbanding dengan UMNO dalam menangani isu ni. Nampaknya isu ini diambil kesempatan oleh UMNO untuk menaikkan imej mereka. Padahal merekalah yang mewariskan masalah ini.
Ana salute pimpinan PAS yang memimpin agenda Islam ke tahap ini walaupun dibenci oleh rakan-rakan dalam DAP atau PKR yg memusuhi Islam. Ini perlu untuk mempertahankan Islam dari serangan liberal. Lihatlah ketegasan pimpinan PAS yang konsisten menolak konsert-konsert tidak bermoral walaupun selepas kemenangan bersama Pakatan Rakyat. Tengok saja The Star hari ini, kenapa tajuknya yang berbunyi " FT PAS Youth slammed" dibawa ke muka depan yang seolah-olah pendirian PAS yang menolak konsert Avril Lavigne tersebut layak dibenci dan dihakimi oleh pembaca akhbar.
Baki lagi biarlah kita yang ambil sikit perbezaan dengan UMNO dalam menanganinya. Maksud ana model atau uslub pendekatan yg lebih berhikmah dan terbuka tapi berpendirian tetap.
Kita tidak mau Islam kita serupa Islam ala-Umno. PAS orang baik, umno orang jahat tahap irreparable ( tak boleh dibaiki lagi). Kalau kita ikut dok berkawan ngan Umno nampaklah pada masyarakat seperti sifir berikut :
Friday, June 06, 2008
" ... wa kalimatulLahi hiyal 'ulya"

OLEH : ZAINUL RIJAL ABU BAKAR
TEMPAT : BILIK AKHBAR, KOMPLEKS MAHKAMAH JALAN DUTA
TARIKH : 03.06.08
TAJUK : PERMOHONAN MENCELAH (INTERVENE) TERHADAP
KES PENGGUNAAN KALIMAH “ALLAH” DI DALAM PENERBITAN ‘HERALD-THE CATHOLIC WEEKLY' DALAM MAHKAMAH TINGGI KUALA LUMPUR
NO R1-25-73-08 DAN R2-22-12-07
1. Majlis Agama Islam dan Adat Melayu Perak dan Majlis Agama Islam Wilayah Persekutuan yang masing-masing telah memfailkan permohonan untuk mendapatkan kebenaran-kebenaran untuk mencelah di dalam kes yang difailkan oleh Titular Roman Catholic Church ( “ Gereja tersebut ” ) bagi semakan kehakiman dan deklarasi hak-hak lain sebagaimana berikut :
a) penggunaan kalimah ‘Allah’ dalam penerbitan buletin Gereja tersebut ‘Herald-The Catholic /weekly’;
b) mencabar Garis Panduan yang dikeluarkan oleh Kerajaan Malaysia melalui Akta Media Cetak dan Penerbitan 1984 yang melarang penggunaan kalimah ‘Allah’, dan
c) kalimah ‘Allah’ tidak eksklusif untuk Agama Islam.
2. Akibat daripada keputusan semakan kehakiman / deklarasi hak-hak tersebut ialah :-
(i) Membenarkan Gereja tersebut untuk menggunakan kalimah ‘Allah’ di dalam penerbitan buletin Gereja tersebut ‘Herald-The Catholic Weekly’;
(ii) membenarkanGereja tersebut mandapatkan hak menggunakan kalimah ‘Allah’,
(iii) menyebabkan timbul kekeliruan di dalam beragama yang boleh mengancam keselamatan, keamanan dan keharmonian masyarakat awam dan komuniti Islam.
3. Permohonan mencelah oleh Majlis Agama Islam negeri-negeri adalah wajar untuk mengelakkan sebarang kekeliruan di dalam beragama akibat daripada penggunaan kalimah ‘Allah’, yang mana boleh mengancam keselamatan, keamanan dan keharmonian masyarakat awam serta meyebabkan sensitiviti agama.
4. Majlis Agama Islam negeri-negeri ini adalah bertanggungjawab untuk memastikan perlindungan kepada integriti kalimah ‘Allah’ yang menjadi teras kepercayaan (Tauhid) orang Islam. Konsep Allah ( konsep ketuhanan ) sebagaimana difahami, diamalkan dan dipraktikkan oleh komuniti Islam di Malaysia secara totalnya jauh berbeza dan terpisah daripada apa yang difahami oleh Gereja tersebut sama ada dari segi konsep, budaya mahupun teologi.
5. Justeru, adalah menjadi asas utama bagi kedua-dua Majlis Agama Islam negeri-negeri ini untuk mencelah bila mana hak-hak dan kepentingan-kepentingan orang Islam terjejas.
6. Oleh yang demikian, mencabar integriti kalimah ‘Allah’ telah menggugat kepercayaan Orang Islam dari peringkat akar umbi dan melangkaui maksud permohonan penggunaan kalimah ‘Allah’ yang merujuk kepada istilah “god” (Tuhan) sebagaimana difahami oleh Gereja tersebut.
Zainul Rijal Abu Bakar
Tetuan Zainul Rijal Talha & Amir
Peguamcara bagi
Majlis Agama Islam dan Adat Melayu Perak
Majlis Agama Islam Wilayah Persekutuan
Wednesday, May 28, 2008
Penghakiman Pulau Batu Puteh @ Pedra Branca

Cuma apa yang saya terfikir ialah samada di peringkat awal lagi, adakah menyelesaikan konflik antara Malaysia dengan Singapura ini sesuai dibawa ke ICJ.
Sudah tentu kalau kita sekalipun, jalan Mahkamah adalah jalan terakhir selepas rundingan dan cara-cara lain tidak berkesan untuk mempertahankan hak kita.
Saya juga terfikir, apakah 'demanding power' negara kita terlalu lemah semasa berunding dengan Singapura hinggakan perkara ini terpaksa dibawa ke ICJ sebagai jalan penyelesaian terakhir.
Baca penghakiman penuh di sini:
Saturday, May 17, 2008
Usrah Pakatan Rakyat?
Kadangkala selepas usrah juga terus diadakan mesyuarat ringkas berkenaan apa-apa isu yang difikirkan perlu tanpa banyak unsur formal sebagaimana yang diamalkan di cawangan tempat saya tinggal sekarang.
Usrah adalah medium yang berkesan untuk menyampaikan teguran kepada ahli secara 'halus' dan penuh hikmah tanpa mengguris hati kerana kadang-kala teks yang dibacakan itu sendiri boleh men'tazkirah'kan ahli tanpa menyebut secara langsung.
Mungkin juga ceramah-ceramah anjuran parti atau forum-forum sudah cukup untuk mentarbiyah mereka tanpa perlu usrah.
Saturday, May 10, 2008
Kang Abik & Petua Penulisan Berkesan
Salam,"Beberapa bulan yang lalu, disaat Kang Abik berkunjung ke Kairo, dalam acara tahunan Mesir, “Book Fair”(pertengahan bulan Januari 2008 yang lalu). Bersama utusan IKAPI, kekeluargaan Jatim, sempat mengadakan sehari belajar menulis dengan beliau.
1. Langkah Pertama, Pencelupan.
Artinya, anda harus masuk dalam bahasa Stephen J. Spignesi mencelupkan diri kedalam subjek Anda, hampir pada keseluruhan point. Bagaimana bisa basah, kalau anda tidak masuk kedalam air? Menurut Kang Abik, langkah pertama ini, tidak memerlukan penulisan apapun, selain lebih banyak membaca, juga bertanya pada sumber yang tahu. Orang yang kurang membaca bisa dipastikan, tak akan bisa menulis karya dengan baik. Dari banyak membaca inilah penulisan data penulisan lebih banyak terkumpul.
2. Langkah 2, Catatan-Catatan:
Inilah saatnya anda menulis, bab demi bab. Gabungkan tulisan itu sesuai dengan alur yang telah anda susun.Tulis dengan penuh percaya diri, perkaya bahan milik anda, tulis dengan kekuatan jiwa. Tulis dengan emosi.Nikmati setiap perasaan yang mengalir.
Demikian sekilas dari ringkasan sehari belajar menulis dengan Kang Abik. Dimana keesokan harinya bersama-sama para anggota pengajian Bapak/Ibu-ibu mesjid SIC, beliau menyampaikan betapa bagi seorang ibu RT, justru menulis adalah pekerjaan yang cocok bagi mereka. Karena mereka lebih bisa banyak membaca dirumah, banyak menulis.
Demikianlah sosok Kang abik yang cukup sederhana, walaupun uang tingkatan M dikantonginya hasil dari royalty penjualan novel tersebut, tetap saja kelihatan sederhana dan ramah, serta santun.
Menurut penuturan beliau, novel AAC lahir, setelah beliau mengalami kecelakaan fatal pada kaki beliau(patah tulang), sehingga sangat tipis antara kematian dan kehidupan. Disanalah beliau menyadari, belum ada berbuat apa-apa sama sekali untuk dakwah, menolong agama Allah, untuk Islam. Akhirnya dengan segala tenaga , pikiran yang masih tersisa, beliau memulai penulisan tersebut. Dan beliau tidak menyangka sama sekali, kalau novel ini akan menjadi “The best seller”. “Wallahi (Demi Allah)”, tutur beliau, bukan uang yang dicari beliau saat akan menulis novel AAC tersebut, semata-mata menyadari hidupnya yang sangat tipis dengan kematian, tak sedikitpun ia merasa telah memperjuangkan agama Allah ini, diakhir sisa-sisa hidupnya.
Wassalamu’alaikum. Cairo, 25 April 2008 ".
Thursday, May 08, 2008
Kekagumanku Terhadap Orang Tabligh

Sewaktu saya memasuki perkarangan masjid, saya terlihat 2 orang ahli Tabligh, yang saya kenal melalui cara mereka berpakaian, sedang berbincang dengan sorang lagi yang saya rasa merupakan seorang peniaga minyak wangi jalanan.
Melihat saya melangkah masuk ke masjid salah seorang darinya memandang kepada saya dengan penuh keramahan sambil mengisyaratkan kepada sebotol minyak wangi yang ingin disapukan kepada saya.
Saya tanpa ragu menghulurkan tangan kanan untuk disapu sedikit minyak wangi haruman kasturi itu. Harumnya kekal hingga ke malam.
Perkara itu kecil. Apalah berat sangat untuk memberi orang lain sedikit minyak wangi. Tapi, mampukah kita berbuat demikian dalam keadaan orang yang nak kita berikan itu tidak kita kenali dan belum pasti samada dia mahu menerima atau pelbagai reaksi yang akan melemahkan semangat kita ?
Saya berfikir dan berasa kagum melihat semangat beragama orang-orang Tabligh. Mereka begitu bersungguh-sungguh menghayati ajaran yang diajar dalam gerakannya menurut sumber pengambilan dari Al Quran dan Sunnah.
Ya benar, jika dikatakan orang-orang tabligh dengan pakaian formalnya iaitu berkopiah atau serban dengan berbaju kurta labuh serta berseluar ala India-Pakistan-Bangladesh (IPB) yang kadangkala dilihat selekeh dan tidak mengikut suasana moden.

Ya benar, jika dikatakan bahawa orang-orang tabligh tidak lain hanya berdakwah dalam perkara-perkara yang dianggap remeh oleh sesetengah orang iaitu dengan tidak mencampuri persoalan semasa dalam ertikata tidak menyeluruh meliputi sistem politik, ekonomi dan sosial. Hanya membangkitkan persoalan ibadah khusus sahaja seperti mengajak orang berjemaah di surau masjid, keluar tiga hari atau empat bulan dan lain-lain yang menjadi rutin kumpulan ini.
Teringat di fikiran saya satu sabda Nabi s.a.w yang pernah saya pelajari di sekolah menengah dulu mengenai berbuat kebajikan dalam perkara-perkara kecil iaitu : " Janganlah kamu memandang kecil sesuatu perkara ma'ruf, walaupun sekadar berjumpa saudaramu dengan muka yang manis".
Semangat dan kesungguhan mereka dalam berdakwah tidak boleh dianggap kecil. Al Marhum Abul Hasan Al An Nadwy iaitu seorang ulama' yang dihormati di dunia Islam adalah antara orang yang banyak memuji kesungguhan kumpulan ini berdakwah di mana kumpulan ini boleh dijumpai hampir ke setiap pelusuk dunia. Hinggakan beliau menulis satu buku mengenai keperibadian Maulana Ilyas Rahmatullah alaihi, iaitu pendiri gerakan dakwah Tabligh dan beliau turut menulis kata-kata aluan dalam kitab yang menjadi rujukan kumpulan ini, kalau tak silap dalam kitab Muntakhabul Ahadith atau Fadhailul A'mal.
Sudah menjadi kebiasaan bagi ulama'-ulama' besar menulis kata-kata aluan dalam kitab-kitab yang walaupun dikarang oleh pengarang dari kumpulan Islam lain yang berbeza pendekatan fikrah dengan mereka. Contohnya jika kita membuka kitab Risalah Usrah karangan Abu 'Urwah, kita akan mendapati terdapat kata-kata aluan dari Tuan Guru Haji Abdul Hadi Awang.
Monday, May 05, 2008
Seorang Guru & Muridnya
Seorang guru cukup berasa bermakna apabila bertemu dengan bekas muridnya walau bagaimana keadaan muridnya tersebut. Apatah lagi, bilamana kesan-kesan didikannya mampu dilihat pada muridnya.
Pertemuan guru dan murid mampu mengurangkan seketika tekanan dan bebanan yang diharungi dalam perjuangan hidup.
Guru atau pendidik yang baik ialah yang berlemah-lembut dan penuh kesabaran dalam mendidik anak-anak muridnya.
Terima kasih kepada semua guru-guruku!
Coretan : Di Antara Pujian Dan Celaan
Wednesday, April 30, 2008
Kata-kata Hari Ini

Sebaliknya mencintai individu tanpa unsur kebenaran yang mendokongnya melahirkan sifat pilih kasih, pentingkan diri sendiri (self-centered) dan kezaliman.
Menurut ulama' usuluddin, kebaikan dan keburukan adalah apa yang dinyatakan baik dan buruk oleh timbangan Syara' bukannya akal semata-mata.
Friday, April 25, 2008
Ayat-ayat Cinta Hari Ini
Menurut al-Marhum Syeikh Muhammad Al-Ghazali, seorang ulama' Mesir di zaman ini di dalam bukunya Fiqh Sirah, ayat ini (dan beberapa ayat lain yang tidak disebutkan di sini) bahawa ulama' mufassirin (ulama' tafsir) menerangkan bahawa firman Allah tersebut ditujukan kepada umat Islam melalui peribadi Nabi Muhammad s.a.w. Ini sama halnya dengan perintah yang ditujukan kepada panglima perang, walhal setiap anggota pasukanlah yang melaksanakannya.Jadi perintah tersebut bersifat mendorong supaya berusaha lebih kuat berusaha, lebih cerdas berfikir dan (supaya) lebih berani. Orang seperti itu pasti akan bertambah berani mati jika dikatakan kepadanya: " Jangan jadi pengecut!...".
- abduhu, : 25hb April 2008 11:04 am, USJ -
Thursday, April 10, 2008
Isu Sufiah
Ia berkenaan isu sosial masyarakat Islam. Juga isu pertahanan aqidah dan jati diri umat Islam dalam menghadapi arus kemodenan. Tak ketinggalan juga isu mencari model sistem pendidikan serta berhubungkait dengan sistem kekeluargaan Islam.
Hakikatnya, yang 'menelanjangi' Sufiah selain pilihan beliau sendiri adalah faham sekularisme, liberalisme dan isme-isme lain yang seangkatan dengan.
Apakah ada justifikasi yang boleh diberikan bilamana perkataan "I have no regret" dituturkan oleh seorang Muslim atas perbuatan keji yang diharamkan oleh agama selain dari pengaruh fahaman tersebut?
Fahaman tersebutlah yang banyak membawa kerosakan kepada umat Islam. Dari masalah dalaman rumahtangga hingga ke luar rumah, faham tersebutlah menjadi penyumbang utamanya.
Fahaman tersebutlah yang merasuk umat Islam supaya menjadi tak tentu arah dan hilang pedoman.
Fahaman tersebut jugalah yang membuka ruang untuk umat Islam memilih cara hidup (baca : sistem) selain cara hidup Islam yang sempurna yang ditetapkan oleh Allah Ta'ala.
Fahaman tersebut masuk ke dalam polisi-polisi pentadbiran, pendidikan, ekonomi dan sebagainya di tanahair umat Islam.
Justeru, masanya telah tiba untuk memuhasabah ke dalam diri sejauh mana virus fahaman tersebut telah memakan sel-sel pertahan aqidah diri kita, keluarga dan masyarakat amnya.
Wassalam.
Wednesday, April 09, 2008
Alhamdulillah, Syukur KepadaNya & Terima Kasih
Selamat memulakan perjuangan (untuk sekian kalinya) melalui blog. Semoga istiqamah dalam perkara kebaikan walaupun sedikit.
p/s: Terima kasih juga kepada isteri dan sahabat-sahabat yang menyambut hari lahir ku baru-baru ini walau pun hanya dengan doa dan ucapan kata-kata yang baik. Semangat yang kalian berikan membuat hidup ini dipenuhi makna. Sesungguhnya segala pujian hanyalah bagi Allah semata-semata.
- abduhu, 09 April 2008, 12:04 pm, Subang Jaya.
Friday, January 11, 2008
Nota Kuliah : Islam Liberal
Berikut adalah nota berkenaan Islam Liberal yang disampaikan dalam salah satu program pengisian adik-adik kampus tahun lepas .
Sekadar perkongsian...
“ Dan bahawsanya inilah jalanku ( Islam) yang mustaqim (kurus), maka turutilah ia.Dan jangan kamu turuti jalan2 yang lain dari Islam kerana ia akan mencerai beraikan kamu dari jalan Allah . Demikianlah yang diperintahkan Allah kepada kamu supaya kamu bertaqwa.” -Surah Al An’am ayat 153-
Ia sebenarnya adalah buah buah pemikiran Islam Liberal yang mula berani dizahirkan kepada masyarakat atau test case kepada sentimen umat Islam di negara kita.
Apa itu pemikiran Islam Liberal (ISLIB)?
- Pemikiran baru dalam umat Islam yang ingin mensesuaikan umat Islam dengan arus moden ala barat
- Defenisi : Pemikiran yang membebaskan umat Islam dari Islam yang satu, yang disepakati & established (mapan)
- Tidak diiktiraf sebagai dari mazhab Islam
- Hakikatnya, ia pemikiran Liberal barat yang ditujukan kepada Islam
Ciri-ciri, antara lain; - Beri tafsiran kepada Islam yang selari dengan pemikiran post modernisme barat.
- Bersifat dekonstruktif iaitu merombak apa yang established dalam ajaran Islam spt, mushaf uthmani, hukum menutup aurat, idea negara Islam, kaedah tafsir Al Quran bahkan seluruh agama Islam ini ingin disamakan dengan agama lain dsb.
- Sumber pengambilannya adalah dari kajian orientalis barat, metod-metod kajian agama lain, ajaran human right, falsafah secular dan pandangan-pandangan yang lemah atau kontoversi dari bahan turath Islam yang ditolak oleh majoriti ulama’ Islam.
- Mensifatkan Islam itu banyak iaitu plural (Islams) ada Islam sufi, islam politik, islam liberal, islam tradisional, islam moden dsb.dan ada mana-mana golongan boleh mendakwa pendapatnya adalah lebih benar dan tepat menurut wahyu sebenar. Slogan mereka : "TRUTH IS SUBJECTIVE".
Faktor Berkembangbiak Pemikiran ISLIB:
- Kejahilan masy Islam
- Islam tidak memerintah dengan sempurna dalm sektor hidup
- Ulama’ disekat menyampaikan kebenaran Ilmu islam dihakis
- Corak masyarakat yang ingin bebas dari agama
Produk-produk ISLIB @ Pegangannya;
- Menyokong dan mempromosi idea negara Sekular. Kerana atas alasan negara secular mampu menampung elemen kebaikan dan kemaksiatan sekaligus serta percata bhw masa depan Islam dan agama lain bergantung kepada sejauh mana ia mampu berinteraksi dengan dunia yang semakin secular.
- Pluralisme agama . Tiada mana-mana agama yang boleh mendakwa ia agama paling benar bahkan akan dianggap agama jahat (the evil religion)
Islam iktiraf kepelbagaian agama dalam masyarakat tetapi menolak penyamatarafan semua agama kerana muslim hanya percaya Islam adalah agama paling benar dan di terima Allah.
ISLIB menganggap semua agama dalamnya (batinnya) sama iaitu menuju kepada tuhan yang satu tetapi hanya zahir atau luaran sahaja berbeza berslogankan "Satu Tuhan Banyak Jalan".
- Al Quran versi Kritis dan tafsiran ala hermeneutik untuk memperbetulkan ayat-ayat dalam Bible dan mentafsirkan Bible ( diceduk dari kaedah Kristien yang tidak asli dari wahyu sebenar kerana bercampur-campur dengan pendapat pengarang Bible itu sendiri) untuk merombak kaedah tafsir menurut tradisi Islam atas alasan mencari nilai kebenaran dari wahyu Tuhan. Suatu usaha atau upaya merobak mushaf uthmani.
Padahal Islam ajar seluruh Quran adalah kalam Allah yang tidak boleh dipersoalkan atau dipermasalahkan mana-mana ayatnya kerana itulah kebenarannya. Cuma tafsirannya sahaja yang berbeza menurut kaedah tafsir Islam yang ketat dan established.
- Feminisme – bertujuan untuk persamaan gender.Anggap wanita dinegara islam mundur kerana hokum yang ada menindas wanita Islam. Dimana hokum syariah yang membeza hokum antara lelaki dan perempuan dalam Islam dianggap tidak adil pada mereka dan perlu dirombak., contohnya:
1) Poligami tidak sah dan adil
2) Perkahwinan muslimah dengan bukan Islam dianggap sah
3) Iddah bukan sahaja untuk wanita tetapi juga lelaki.
4) Isteri boleh jatuhkan talak
5) Hak pewarisan lelaki dan wanita mesti disamakan.
6 )Wanita boleh menjadi Imam.
Gerakan Penghapusan Islam - IFC – Interfaith Commission sebarkan faham pluralisme agama. Juga disokong oleh kumpulan dan individu yang berwajah Islam tetapi tidak mempunyai hubungan aqidah dan batin dengan Islam.
- Berselindung disebalik gerakan perjuangan hak asasi dan kebebasan
Contohnya gerakan liberal menyokong semua perkara yang juga dituntut oleh parti2 pembangkang termasuk parti Islam tetapi dlm masa yang sama membawa faham liberal dalam masyarakat
Politik Islam membolehkan kita bergabung dengan mana-mana kumpulan yang mempunyai tujuan yang sama iaitu setakat untuk menumbangkan kezaliman menegakkan keadilan tetapi menentang usaha2 merungkai ajaran Islam itu sendiri. - Berselindung disebalik gerakan sekularisasi dalam:
- Sektor pendidikan, mengurangkan sukatan agama Islam dan membuang subjek berkenaan jihad kerana tekanan barat
- Sektor politik – mempromosikan negara sekular atau islam liberal yang antara prinsipnya boleh bertoleransi dengan menggadaikan prinsip aqidah dengan ugama lain.
- Sektor masyarakat dan kebudayaan- gerakan SIS, filem-filem yang menonjolkan masyarakat liberal yang kononnya tidak jumud seperti gubra sepet dll.
- Melatih kader-kader Islam liberal melalui perkumpulan atas nama perbincangan intelektual dan kajian bahan-bahan turath Islam yang kontroversi.
- Anjur forum-forum yang mempromosi gerakan ini.
- Mendapat perlindungan dari tokoh-tokoh berpengaruh.
Cadangan:
- Dakwah berterusan melalui siri-siri penerangan berkala kepada masy campus ttg bahaya Islam liberal
- Berani menyuarakan pandangan Islam sebenar dalam forum-forum.
- Membuat kajian dan bahan perbincangan usrah terhadap fahaman ini dan isu-isu semasa.
- abduhu, dimasukkan semula pada 10 April 2008 6:11 pm, USJ -



